Pengetahuan
siswa bersifat hologram. Arti hologram adalah tidak terduga-duga dari mana
munculnya, muncul dari berbagai sumber/sudut, unpredictable. Oleh karena itu, pengetahuan siswa yang
bersifat hologram artinya pengetahuan siswa muncul dari berbagai sumber/sudut
atau bersifat terbuka. Bersifat terbuka artinya pengetahuan siswa tidak hanya berasal
dari guru semata, tetapi bisa berasal dari internet, televisi, koran, majalah,
dan sumber-sumber lain.
Dalam
pembelajaran, guru bukanlah satu-satunya sumber informasi. Siswa juga dapat menjadi
sumber informasi. Misalnya, seorang siswa telah membaca koran sehingga dia
mengetahui suatu fenomena/ berita tertentu, sedangkan guru belum membacanya,
maka dalam hal ini, siswa tersebut dapat memberikan informasi kepada
teman-teman dan gurunya. Dalam kondisi ini, tentunya guru akan belajar dari
siswa.
Sebagai guru, tidaklah bijak jika dia
memposisikan dirinya sebagai orang yang paling pandai dalam pembelajaran di kelas.
Ia
seharusnya dapat berperan sebagai fasilitator agar siswanya aktif dalam
pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pandangan constructivism yang memposisikan siswa sebagai problem solver, pembuat keputusan, dan meaning makers, bukan sebagai individu yang pasif. Melalui keterlibatan
aktif siswa tersebut diharapkan pengetahuan
akan terbangun dengan baik pada diri siswa.
Langkah
pembelajaran berdasarkan pandangan constructivism
yaitu: berikan suatu masalah yang dapat dinikmati siswa dan berasal dari
pengalaman yang menarik; siswa memerlukan waktu dan kebebasan untuk bekerja
dengan caranya sendiri; coba untuk tidak menunjukkan penyelesaian dan bersiap
untuk mengikuti ide dari siswa; adakalanya perlu ditunjukkan kepada siswa
bagaimana menyelesaikan masalah tersebut dan arahkan perhatian mereka pada keterampilan
memecahkan masalah dan strategi yang dapat digunakan; anjurkan kepada siswa
untuk menentukan suatu langkah permulaan, sekalipun pendekatan mereka kemudian diperbaiki.
Anjurkan pula agar melihat kembali metode yang tidak berhasil dikerjakan dan
mencoba untuk membandingkannya (Stancey dan Southwell dalam Lester, 1994: 666).
Dengan demikian, pembelajaran bukan hanya sekedar transfer pengetahuan dari
guru kepada siswa tetapi pembelajaran di sini menjadi suatu proses yang lebih
bermakna bagi siswa.
Sumber: Lester, J.R.F. (1994). Mising About Mathematics Problem
Solving Research (Journal). Blou Mingbon:
Indiana University.
Pertanyaan:
Kemampuan apa saja yang perlu
dimiliki guru agar dapat memfasilitasi proses belajar siswa secara
konstruktivis?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar