Senin, 17 Desember 2012

PEMBELAJARAN YANG BERMAKNA BAGI SISWA

Refleksi Kuliah ke-15, Selasa 11-12-12



Pengetahuan siswa bersifat hologram. Arti hologram adalah tidak terduga-duga dari mana munculnya, muncul dari berbagai sumber/sudut,  unpredictable.   Oleh karena itu, pengetahuan siswa yang bersifat hologram artinya pengetahuan siswa muncul dari berbagai sumber/sudut atau bersifat terbuka. Bersifat terbuka artinya pengetahuan siswa tidak hanya berasal dari guru semata, tetapi bisa berasal dari internet, televisi, koran, majalah, dan sumber-sumber lain.  
Dalam pembelajaran, guru bukanlah satu-satunya sumber informasi. Siswa juga dapat menjadi sumber informasi. Misalnya, seorang siswa telah membaca koran sehingga dia mengetahui suatu fenomena/ berita tertentu, sedangkan guru belum membacanya, maka dalam hal ini, siswa tersebut dapat memberikan informasi kepada teman-teman dan gurunya. Dalam kondisi ini, tentunya guru akan belajar dari siswa.
 Sebagai guru, tidaklah bijak jika dia memposisikan dirinya sebagai orang yang paling pandai dalam pembelajaran di kelas. Ia seharusnya dapat berperan sebagai fasilitator agar siswanya aktif dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pandangan constructivism yang memposisikan siswa sebagai problem solver, pembuat keputusan, dan meaning makers, bukan sebagai individu yang pasif. Melalui keterlibatan aktif siswa tersebut diharapkan  pengetahuan akan terbangun dengan baik pada diri siswa.
Langkah pembelajaran berdasarkan pandangan constructivism yaitu: berikan suatu masalah yang dapat dinikmati siswa dan berasal dari pengalaman yang menarik; siswa memerlukan waktu dan kebebasan untuk bekerja dengan caranya sendiri; coba untuk tidak menunjukkan penyelesaian dan bersiap untuk mengikuti ide dari siswa; adakalanya perlu ditunjukkan kepada siswa bagaimana menyelesaikan masalah tersebut  dan arahkan perhatian mereka pada keterampilan memecahkan masalah dan strategi yang dapat digunakan; anjurkan kepada siswa untuk menentukan suatu langkah permulaan, sekalipun pendekatan mereka kemudian diperbaiki. Anjurkan pula agar melihat kembali metode yang tidak berhasil dikerjakan dan mencoba untuk membandingkannya (Stancey dan Southwell dalam Lester, 1994: 666). Dengan demikian, pembelajaran bukan hanya sekedar transfer pengetahuan dari guru kepada siswa tetapi pembelajaran di sini menjadi suatu proses yang lebih bermakna bagi siswa.

Sumber: Lester, J.R.F. (1994). Mising About Mathematics Problem Solving Research (Journal). Blou Mingbon: Indiana University.

Pertanyaan:
Kemampuan apa saja yang perlu dimiliki guru agar dapat memfasilitasi proses belajar siswa secara konstruktivis? 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar