Refleksi Ke-4 Kuliah Filsafat Ilmu
Filsafat telah ada sejak zaman kuno yaitu abad ke-6 SM. Seiring berjalannya waktu, filsafat menjadi semakin berkembang. Perkembangan filsafat dibagi menjadi 4 periode yaitu:
Filsafat telah ada sejak zaman kuno yaitu abad ke-6 SM. Seiring berjalannya waktu, filsafat menjadi semakin berkembang. Perkembangan filsafat dibagi menjadi 4 periode yaitu:
1. filsafat
kuno: kosmosentrisme
2. filsafat
abad pertengahan: teosentrisme
3. filsafat
modern: antroposentrisme, dan
4. filsafat
masa kini (contemporary):
logosentrisme.
Sejarah perkembangan filsafat di sini adalah
mengacu pada pemikiran filsafat Barat di Yunani.
A.
FILSAFAT KUNO (650 SM – 1399 SM)
Filsafat kuno
yang dimaksud di sini adalah pada zaman Yunani Kuno. Zaman Yunani Kuno
dipandang sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan
untuk mengungkapkan ide-ide atau pendapatnya. Periode filsafat Yunani Kuno merupakan
periode penting sejarah peradaban manusia karena pada waktu itu terjadi
perubahan pola pikir manusia dari mite-mite menjadi lebih rasional. Pola pikir
mite-mite adalah pola pikir masyarakat yang sangat mengandalkan mitos untuk
menyelesaikan fenomena alam. Zaman filsafat kuno dibagi menjadi 3 periode,
yaitu:
1.
Permulaan
Filsafat Barat di Yunani Kuno (650SM – 600SM)
Permulaan
filsafat barat di Yunani Kuno termasuk ke dalam periode filsafat alam. Beberapa
tokoh filsuf pada zaman ini adalah :
a. Thales
(624SM – 546SM)
Thales berpendapat bahwa segala
sesuatu itu asalnya dari air.
b. Anaximander
(611SM – 547SM)
Anaximander berpendapat bahwa yang
dianggap asal dari segala sesuatu adalah yang tak terbatas (to apeiron).
c. Anaximenes
(599SM – 524SM), murid Anaximander
Anaximenes berpendapat bahwa yang
dianggap asal dari segala sesuatu adalah udara.
d. Heraclitus
of Ephesus (540SM – 460SM)
Menurut Heraclitus berpendapat
bahwa yang menjadi dasar semua materi adalah api. Menurutnya, segala sesuatu di
alam ini tidak ada yang tetap dan selalu berubah secara berkesinambungan.
e. Pythagoras
Pythagoras dikenal sebagai Bapak
Bilangan. Menurutnya segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika,
sehingga ia berpendapat bahwa segala sesuatu itu berasal dari bilangan.
Kelima tokoh di
atas dikenal dengan nama filsuf pertama atau filsuf alam. Mereka mencari unsur
induk (arche) yang dianggap asal dari
segala sesuatu.
2.
Zaman
Keemasan Filsafat Yunani (480SM-399SM)
Pada waktu
Athena dipimpin oleh Perikles, kegiatan politik dan filsafat dapat berkembang
dengan baik. Pada masa ini objek penyelidikan bukan lagi alam tetapi manusia. Zaman
ini merupakan periode filsafat dan metafisika. Adapun tokoh-tokoh filsafat pada
masa ini antara lain :
a.
Kaum
Eleatic School (550SM)
(i)
Xenophanes of Colophon
(ii) Permenides
of Elea
Menurutnya, segala sesuatu bersifat
tetap. Pendapatnya ini kontradiksi dengan pendapat Heraclitus yang mengatakan
bahwa sesuatu di alam ini tidak ada yang tetap dan selalu berubah.
(iii) Zeno
of Elea
Ia paling terkenal dengan
paradoksnya yaitu “Paradoks Zeno”.
b.Kaum
Pluralist (500SM)
(i) Empedocles
(490SM – 430SM)
Ia berpendapat bahwa materi terdiri
dari 4 unsur yaitu air, tanah, udara, dan api. Kemudian ia menambahkan unsur
cinta (philia) yang digunakan untuk
menerangkan adanya keterikatan antar unsur.
(ii) Anaxagoras
(500SM – 428SM)
Ia meyakini bahwa setiap jenis
benda tersusun atas banyak sekali partikel yang berbeda satu sama lain.
c.
Kaum Atomist (450SM)
(i) Democritus
(460SM – 370SM)
Democritus menjadi orang pertama
yang berpendapat bahwa galaksi Bimasakti merupakan kumpulan cahaya gugusan
bintang yang letaknya saling berjauhan. Ia juga mengembangkan teori mengenai
atom sebagai dasar materi. Ia mengatakan bahwa setiap benda tersusun atas
partikel-partikel kecil (atom).
(ii) Leucippus
d. Kaum Sophist (400SM)
(i) Protagoras
Menurutnya manusia adalah ukuran
untuk segala-galanya. Namun pendapat ini ditentang oleh Socrates.
(ii) Socrates
(469-395 SM)
Menurut
Socrates, manusia pada dasarnya mempunyai nilai-nilai etika dan cenderung
berkelakuan yang baik. Yang benar dan yang baik
harus dipandang sebagai nilai-nilai objektif yang dijunjung tinggi oleh semua
orang. Akibat ucapannya tersebut Socrates dihukum mati.
(iii) Plato
(428-347SM), murid Socrates
Plato
adalah pendiri institusi pendidikan filsafat yang dikenal akademia. Dalam
filsafatnya, Plato berpendapat bahwa realitas seluruhnya terbagi atas dua dunia
yang hanya terbuka bagi pancaindra dan dunia yang hanya terbuka bagi rasio
kita. Dunia yang pertama adalah dunia jasmani dan yang kedua adalah dunia ide. Dunia
fisik yang dirasakan indera adalah keadaan yang terus-menerus berubah sedangkan
realitas yang disadari oleh rasio bersifat abadi. Pendapat Plato ini mendamaikan kontradiksi antara pemikiran
Parmenides dan Heraclitus: yang satu terfokus pada dunia ide saja dan yang lain
pada jasmani saja.
(iv) Aristoteles
(384-322 SM), murid Plato
Aristoteles
mengkritik pendapat Plato diatas, ia mengatakan bahwa yang ada itu adalah
manusia-manusia yang konkret. “Ide manusia” tidak terdapat dalam kenyataan.
Aristoteles adalah filsuf realis, dan sumbangannya kepada perkembangan ilmu
pengetahuan besar sekali. Sumbangan yang sampai sekarang masih digunakan dalam
ilmu pengetahuan adalah mengenai abstraksi, yakni aktivitas rasional di mana
seseorang memperoleh pengetahuan. Menurut Aristoteles ada tiga macam abstraksi,
yakni abstraksi fisis, abstraksi matematis, dan metafisis.
Abstraksi
yang ingin menangkap pengertian dengan membuang unsur-unsur individual untuk
mencapai kualitas adalah abstraksi fisis. Sedangkan abstraksi di mana subjek
menangkap unsur kuantitatif dengan menyingkirkan unsur kualitatif disebut
abstraksi matematis. Abstraksi di mana seseorang menangkap unsur-unsur yang
hakiki dengan mengesampingkan unsur-unsur lain disebut abstraksi metafisis.
Teori
Aristoteles yang cukup terkenal adalah tentang materi dan bentuk. Keduanya ini
merupakan prinsip-prinsip metafisis, Materi adalah prinsip yaug tidak
ditentukan, sedangkan bentuk adalah prinsip yang menentukan. Teori ini terkenal
dengan sebutan Hylemorfisyme.
3.
Masa
Helinitis dan Romawi
Muncul beberapa
aliran yaitu :
a. Stoicism
Aliran ini menyatakan penyangkalan
adanya “Ruh” dan “Materi”.
b. Epicureanism
Menurut aliran ini segala – galanya
terdiri atas atom – atom yang senantiasa bergerak. Manusia akan bahagia jika
mau mengakui susunan dunia ini dan tidak boleh takut pada dewa-dewa. Setiap
tindakan harus dipikirkan akan akibatnya. Aliran ini merupakan pengembangan
dari teori atom Democritus sebagai obat mujarab untuk menghilangkan rasa takut
pada takhayul. Tokohnya adalah Epicurus (342SM – 270SM).
c. Sinism
Yaitu
bahwa jagat raya ditentukan oleh
kuasa-kuasa (logos). Aliran ini merupakan pengembangan dari aliran Stoicism.
d. Neo
Platonism
Bahwa segala sesuatu berasal dari
yang satu (Allah) dan akan kembali padaNya. Tokohnya adalah Plotinus, ia adalah
satu-satunya tokoh filsafat yang terkenal pada masa ini.
Pada masa Helinitis,
muncul tokoh – tokoh pengetahuan Yunani yaitu :
a. Euclid
(300SM)
Menurutnya ilmu adalah deduksi. Ia
juga menerbitkan buku Geometri Euclid.
b. Archimedes
(287SM – 212SM)
Archimedes adalah penemu rumus luas
dan volume bola, silinder, dan bentuk geometri yang lain. Ia juga menemukan
bilangan pi.
c. Apollonius
(260SM – 200SM)
Ia terkenal dengan irisan
kerucutnya.
d. Ptolemy (270-247 SM)
Ptolemy adalah seorang ahlu
astronmi, geometri, matematika maupun fisika.
e. Aristarchus
(310-230 SM)
Ia
adalah orang pertama yang menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya
disamping mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya.
B.
ZAMAN ABAD PERTENGAHAN (815SM – 600SM)
Masa ini adalah
awal mula munculnya agama Kristen. Semboyan yang berlaku bagi ilmu pada masa
ini adalah ancilla theologia atau
abdi agama. Namun demikian harus diakui bahwa banyak juga temuan dalam bidang
ilmu yang terjadi pada masa ini.
Pada zaman ini
kebesaran kerajaan Romawi runtuh, begitu pula dengan peradaban yang didasakan
oleh logika ditutup oleh gereja dan digantikan dengan logika keagamaan. Agama
Kristen menjadi problema kefilsafatan karena mengajarkan bahwa wahyu Tuhanlah
yang merupakan kebenaran yang sejati. Hal ini berbeda dengan pandangan Yunani
Kuno yang mengatakan bahwa kebenaran dapat dicapai oleh kemampuan akal. Mereka
belum mengenal adanya wahyu. Pada zaman itu, akademia Plato di Athena ditutup,
meskipun ajaran-ajaran Aristoteles tetap dapat dikenal. Para filosof nyaris
begitu saja menyatakan bahwa Agama Kristen adalah benar.
Pembagian pada
zaman pertengahan yaitu:
1.
Zaman
Kegelapan atau The Dark Age
Pada waktu itu agama
Kristen berkembang di Eropa. Kekuasaan gereja begitu dominan dan sangat
menentukan kehidupan di Eropa. Semua kehidupan harus diatur dengan doktrin
gereja atau hukum dan ketentuan Tuhan. Gereja tidak memberikan kebebasan
berpikir. Hal ini telah menyebabkan kemunduran bagi perkembangan ilmu
pengetahuan. Salah satu tokohnya adalah Thomas Aquinas (1225-1274) yang menyampaikan
bahwa ilmu pengetahuan adalah hamba sahaya dari theology. Lalu menyatakan
tentang hubungan iman dan akal yang menghasilkan budi dipelopori oleh ajaran
kristiani.
2.
Zaman
Renaissance
Renaissance
ialah zaman peralihan dari kebudayaan Abad Pertengahan menjadi kebudayaan
modern. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan
atas campur tangan Ilahi (pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama). Ilmu
pengetahuan yang berkembang adalah bidang astronomi. Tokoh-tokoh yang terkenal
seperti Da Vinci, Copernicus, Johannes Keppler, Galileo Galilei, Roger Bacon.
Ciri utama zaman
ini adalah semakin berkurangnya kekuasaan gereja: era kelahiran kembali
kebebasan manusia dalam berfikir, melepaskan diri dari otoritas kekuasaan
gereja yang mengungkung; teori geosentrisme dari Ptolomeus yang didukung oleh
gereja dipatahkan dengan teori heliosentrisme (Copernicus); semakin
bertambahnya kekuasaan ilmu pengetahuan.
C.
ZAMAN MODERN
Zaman modern
ditandai dengan berbagai penentuan dalam bidang ilmiah. Objek fikir pada zaman
ini adalah manusia. Paham atau aliran yang muncul pada zaman ini diantaranya :
1.
Empiricism
Empirisme
berpendapat pengalaman atau empirik, baik batiniah maupun lahiriah adalah
sumber pengetahuan. Akal bukan sumber pengetahuan karena hanya mengolah
bahan-bahan yang diperoleh pengalaman. Tokoh-tokohnya :
a. Francis
Bacon (1561-1626)
Ia menyatakan ilmu itu jika
terbebas dari idol (pendapatnya).
b. Thomas
Hobbes
Ia adalah pendiri filsafat modern
bersama Descartes. Ia menuntut pembenaran melalui fakta empirik.
c. John
Locke (1632-1704)
Ia meyakini bahwa kemampuan nalar
manusia dengan tidak mengabaikan pentingnya pengalaman. Menurutnya pengetahuan
adalah hasil olahan ide-ide di alam pikiran manusia.
d. Isaac
Newton
Ia terkenal dengan teori
gravitasinya. Menurutnya tujuan pengembangan ilmu adalah menemukan hakekat alam
sehingga menerangkan kejadian alam yang diamati.
e. George
Barkely
Menurutnya ilmu adalah tipuan
belaka.
f. David
Hume
Menurutnya ilmu adalah totalitas
dari pengalaman dan ide yaitu yang berasal dari hasil kegiatan empirik
(pengalaman)
2.
Rationalism
Rasionalisme
berpendapat akal atau rasio adalah sumber pengetahuan paling memadai dan dapat
dipercaya memenuhi syarat umum dan mutlak yang dituntut oleh pengetahuan
ilmiah. Akal tidak membutuhkan pengalaman karena pengalaman hanya dapat dipakai
untuk menguatkan pengetahuan yang didapat melalui akal. Tokoh-tokohnya :
a. Rene
Descartes (1596-1650)
Menurutnya ilmu identik dengan
keraguan dan untuk menuntut kepastian akan kebenarannya adalah melalui analisa
matematis. Dia adalah pencetus fisika mekanik yang menerangkan kejadian alam
secara mekanik. Dia adalah bapak filsafat modern, yang juga ahli dalam ilmu
pasti. Dia jugalah yang berhasil menemukan system koordinat yang terdiri atas
dua garis lurus x dan y dalam bidang datar.
b. Benedict
Spinoza (1632-1677)
Ia setuju dengan metode deduksi
rasional dari Descartes dalam pembenaran pengetahuan. Menurutnya Tuhan adalah
realita yang tak keberhinggaan dan berdiri sendiri sedang manusia adalah yang
keberhinggaan yang keberadaannya ditentukan oleh Tuhan.
c. Nicholas
de Malebranche
d. Balise
Pascal
e. Gottfried
W. Von Leibnitz
3.
The Enlightenment (Zaman Pencerahan)
Pada
zaman ini, kekuasaan raja yang absolut dapat dihapuskan dan digantikan dengan
pemerintahan yang demokratis. Tokoh – tokohnya antara lain :
a. Baron
de Montesquieu yang terkenal dengan “Trias Politica” nya.
b. Jean
Jacques Rousseau
c. Voltaire
4.
Kantian Critism
Tokohnya
adalah Immanuel Kant. Menurutnya ilmu adalah keputusan.
5.
Idealism
Tokoh
– tokohnya antara lain :
a. Johann
Fichte
Menurutnya ilmu adalah diriku yang
otonom atau idealisme.
b. George
Hegel
Menurutnya ilmu adalah sejarah.
c. Friedrich
W. Von Schelling
d. Gustav
Thendor Fechner
e. Rudolph
Herman Lotze
f. Arthur
Schopenhouer
g. Friedrich
Schleiermacher
h. Johann
Herbart
6.
Positivism
Pemikiran
setiap manusia, setiap ilmu dan suku bangsa manusia pada umumnya melewati 3
tahap yaitu :
a. Tahap
Teologis
b.Tahap
Metafisis
c. Tahap
positif ilmiah
Tokoh
– tokohnya antara lain :
a. Prancis
: August Comte
b.Jerman
: Ludwig Fauerbach, Karl Marx, Friedrich Engels
7.
Existentialism
Filsafat
yang memandang segala sesuatu dengan berpangkal kepada eksistensi. Eksistensi
adalah cara manusia berada dalam di dalam dunia. Tokohnya antara lain Soren
Kierkegaard, Karl Barth, martin Heidegger dan Karl Jaspers.
8.
Phenomenology
Fenomenologi
mengenalkan gejala-gejala dengan menggunakan intuisi. Fenomenologi merupakan
aliran yang membicarakan fenomena atau gejala sesuatu yang menampakkan diri.
Tokoh fenomenologi yang terkenal adalah Edmund Husserl.
9.
Pragmatism
Pragmatism
adalah aliran yang mengajarkan bahwa yang benar ialah apa yang membuktikan
dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat. Akibatnya yang bermanfaat
secara praktis. Tokohnya aadalah W. James dan J. Dewey.
10. Psychoanalysis
Tokohnya
yang terkenal adalah Sigmund Freud (1856M – 1930M).
11. Intuitionism
Tokohnya
adalah Henry Bergson (1859M – 1941M).
12. Neo
– Positivism
Tokohnya
adalah Moritz Schlick, Ernst Mach, Rudolf Carnap, John Wisdom, Willard Van
Orman Quine dan Ludwig Wittgenstein. Menurut Ludwig Wittgenstein ilmu adalah
bahasa.
13. Evolutionism
Tokohnya
yang terkenal adalah Charles Darwin. Menurutnya ilmu adalah perkembangan.
14. Utilitarianism
Salah
satu tokohnya adalah John Stuart Mill yang menyatakan bahwa ilmu adalah
manfaat.
15. German
Psycologism
Tokohnya
adalah Wilhelm Wundt.
16. Philosophical
Hermeneutics
Tokohnya
adalah Hans Georg Badamer.
17. Cultural
Theory : Structuralism, Postmodernism, dan Deconstructionism.
18. The
Revival of Classical Realism
19. Objectivism
20. Critical
Rationalism
21. Neo
– Realism
22. Neo
– Pragmatism
23. The
Frankfurt School
D.
ZAMAN KONTEMPORER (ARAD KE-20 DAN SETERUSNYA)
Zaman
Kantemporer ini ditandai dengan penemuan berbagai teknologi canggih. Teknologi
komunikasi dan informasi termasuk salah satu yang mengalami kemajuan sangat
pesat. Mulai dari penemuan komputer, berbagai satelit komunikasi, internet, dan
sebagainya. Ilmuwan kantemporer mengetahui hal yang sedikit, tetapi secara
rnendalam. Ilmu kedokteran semakin menajam dalam spesialis dan subspesialis
atau super-spesialis, demikian pula bidang ilmu lain. Di samping kecenderungan
ke arah spesialisasi, kecenderungan lain adalah sintesis antara bidang ilmu
satu dengan lainya, sehingga dihadirkannya bidang ilmu baru seperti
bioteknologi yang dewasa ini dikenal dengan teknologi kloning.
Pertanyaan:
Sebenarnya,
Zaman Renaissance termasuk pada Zaman Abad Pertengahan atau sudah masuk pada
Zaman Modern? (Beberapa sumber menyebutkan Zaman Renaissance termasuk pada
Zaman Abad Pertengahan, sumber yang lain menyebutkan Zaman Renaissance termasuk
pada Zaman Modern).
REFERENSI
http://ml.scribd.com/doc/88367805/Filsafat-Ilmu-Sejarah-Pemikiran-Zaman-Yunani-Kuno-Abad-Pertengahan
https://docs.google.com/presentation/d/1ZVpFt0SCpaJxZstgdaMzDdr1gnT_j8NVYtosjBOgB2M/edit?pli=1#slide=id.p36
http://ninaagustyaningrum.blogspot.com/2009/05/sejarah-pemikiran-para-filsuf.html