Sabtu, 29 September 2012

MENELUSURI JEJAK-JEJAK FILSAFAT


Refleksi Ke-4 Kuliah Filsafat Ilmu
Filsafat telah ada sejak zaman kuno yaitu abad ke-6 SM. Seiring berjalannya waktu, filsafat menjadi semakin berkembang.  Perkembangan filsafat dibagi menjadi 4 periode yaitu:
1.      filsafat kuno: kosmosentrisme
2.      filsafat abad pertengahan: teosentrisme
3.      filsafat modern: antroposentrisme, dan
4.      filsafat masa kini (contemporary): logosentrisme.
Sejarah perkembangan filsafat di sini adalah mengacu pada pemikiran filsafat Barat di Yunani.
           
A. FILSAFAT KUNO (650 SM – 1399 SM)
Filsafat kuno yang dimaksud di sini adalah pada zaman Yunani Kuno. Zaman Yunani Kuno dipandang sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ide-ide atau pendapatnya. Periode filsafat Yunani Kuno merupakan periode penting sejarah peradaban manusia karena pada waktu itu terjadi perubahan pola pikir manusia dari mite-mite menjadi lebih rasional. Pola pikir mite-mite adalah pola pikir masyarakat yang sangat mengandalkan mitos untuk menyelesaikan fenomena alam. Zaman filsafat kuno dibagi menjadi 3 periode, yaitu:
1.   Permulaan Filsafat Barat di Yunani Kuno (650SM – 600SM)
Permulaan filsafat barat di Yunani Kuno termasuk ke dalam periode filsafat alam. Beberapa tokoh filsuf pada zaman ini adalah :
a.       Thales (624SM – 546SM)
Thales berpendapat bahwa segala sesuatu itu asalnya dari  air.
b.      Anaximander (611SM – 547SM)
Anaximander berpendapat bahwa yang dianggap asal dari segala sesuatu adalah yang tak terbatas (to apeiron).
c.       Anaximenes (599SM – 524SM), murid Anaximander
Anaximenes berpendapat bahwa yang dianggap asal dari segala sesuatu adalah udara.
d.      Heraclitus of Ephesus (540SM – 460SM)
Menurut Heraclitus berpendapat bahwa yang menjadi dasar semua materi adalah api. Menurutnya, segala sesuatu di alam ini tidak ada yang tetap dan selalu berubah secara berkesinambungan.
e.       Pythagoras
Pythagoras dikenal sebagai Bapak Bilangan. Menurutnya segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika, sehingga ia berpendapat bahwa segala sesuatu itu berasal dari bilangan.
Kelima tokoh di atas dikenal dengan nama filsuf pertama atau filsuf alam. Mereka mencari unsur induk (arche) yang dianggap asal dari segala sesuatu.
2.   Zaman Keemasan Filsafat Yunani (480SM-399SM)
Pada waktu Athena dipimpin oleh Perikles, kegiatan politik dan filsafat dapat berkembang dengan baik. Pada masa ini objek penyelidikan bukan lagi alam tetapi manusia. Zaman ini merupakan periode filsafat dan metafisika. Adapun tokoh-tokoh filsafat pada masa ini antara lain :
            a.  Kaum Eleatic School (550SM)
(i)        Xenophanes of Colophon
(ii)      Permenides of Elea
Menurutnya, segala sesuatu bersifat tetap. Pendapatnya ini kontradiksi dengan pendapat Heraclitus yang mengatakan bahwa sesuatu di alam ini tidak ada yang tetap dan selalu berubah.
(iii)    Zeno of Elea
Ia paling terkenal dengan paradoksnya yaitu “Paradoks Zeno”.
           b.Kaum Pluralist (500SM)
(i)     Empedocles (490SM – 430SM)
Ia berpendapat bahwa materi terdiri dari 4 unsur yaitu air, tanah, udara, dan api. Kemudian ia menambahkan unsur cinta (philia) yang digunakan untuk menerangkan adanya keterikatan antar unsur.
(ii)   Anaxagoras (500SM – 428SM)
Ia meyakini bahwa setiap jenis benda tersusun atas banyak sekali partikel yang berbeda satu sama lain.
            c. Kaum Atomist (450SM)
(i)     Democritus (460SM – 370SM)
Democritus menjadi orang pertama yang berpendapat bahwa galaksi Bimasakti merupakan kumpulan cahaya gugusan bintang yang letaknya saling berjauhan. Ia juga mengembangkan teori mengenai atom sebagai dasar materi. Ia mengatakan bahwa setiap benda tersusun atas partikel-partikel kecil (atom).
(ii)   Leucippus
             d.  Kaum Sophist (400SM)
(i)     Protagoras
Menurutnya manusia adalah ukuran untuk segala-galanya. Namun pendapat ini ditentang oleh Socrates.
(ii)   Socrates (469-395 SM)
Menurut Socrates, manusia pada dasarnya mempunyai nilai-nilai etika dan cenderung berkelakuan yang baik. Yang benar dan yang baik harus dipandang sebagai nilai-nilai objektif yang dijunjung tinggi oleh semua orang. Akibat ucapannya tersebut Socrates dihukum mati.
(iii) Plato (428-347SM), murid Socrates
Plato adalah pendiri institusi pendidikan filsafat yang dikenal akademia. Dalam filsafatnya, Plato berpendapat bahwa realitas seluruhnya terbagi atas dua dunia yang hanya terbuka bagi pancaindra dan dunia yang hanya terbuka bagi rasio kita. Dunia yang pertama adalah dunia jasmani dan yang kedua adalah dunia ide. Dunia fisik yang dirasakan indera adalah keadaan yang terus-menerus berubah sedangkan realitas yang disadari oleh rasio bersifat abadi. Pendapat Plato ini  mendamaikan kontradiksi antara pemikiran Parmenides dan Heraclitus: yang satu terfokus pada dunia ide saja dan yang lain pada jasmani saja.
(iv) Aristoteles (384-322 SM), murid Plato
Aristoteles mengkritik pendapat Plato diatas, ia mengatakan bahwa yang ada itu adalah manusia-manusia yang konkret. “Ide manusia” tidak terdapat dalam kenyataan. Aristoteles adalah filsuf realis, dan sumbangannya kepada perkembangan ilmu pengetahuan besar sekali. Sumbangan yang sampai sekarang masih digunakan dalam ilmu pengetahuan adalah mengenai abstraksi, yakni aktivitas rasional di mana seseorang memperoleh pengetahuan. Menurut Aristoteles ada tiga macam abstraksi, yakni abstraksi fisis, abstraksi matematis, dan metafisis.
Abstraksi yang ingin menangkap pengertian dengan membuang unsur-unsur individual untuk mencapai kualitas adalah abstraksi fisis. Sedangkan abstraksi di mana subjek menangkap unsur kuantitatif dengan menyingkirkan unsur kualitatif disebut abstraksi matematis. Abstraksi di mana seseorang menangkap unsur-unsur yang hakiki dengan mengesampingkan unsur-unsur lain disebut abstraksi metafisis.
Teori Aristoteles yang cukup terkenal adalah tentang materi dan bentuk. Keduanya ini merupakan prinsip-prinsip metafisis, Materi adalah prinsip yaug tidak ditentukan, sedangkan bentuk adalah prinsip yang menentukan. Teori ini terkenal dengan sebutan Hylemorfisyme.
3.   Masa Helinitis dan Romawi
Muncul beberapa aliran yaitu :
a.       Stoicism
Aliran ini menyatakan penyangkalan adanya “Ruh” dan “Materi”.
b.      Epicureanism
Menurut aliran ini segala – galanya terdiri atas atom – atom yang senantiasa bergerak. Manusia akan bahagia jika mau mengakui susunan dunia ini dan tidak boleh takut pada dewa-dewa. Setiap tindakan harus dipikirkan akan akibatnya. Aliran ini merupakan pengembangan dari teori atom Democritus sebagai obat mujarab untuk menghilangkan rasa takut pada takhayul. Tokohnya adalah Epicurus (342SM – 270SM).
c.       Sinism
Yaitu bahwa jagat raya ditentukan oleh kuasa-kuasa (logos). Aliran ini merupakan pengembangan dari aliran Stoicism.
d.      Neo Platonism
Bahwa segala sesuatu berasal dari yang satu (Allah) dan akan kembali padaNya. Tokohnya adalah Plotinus, ia adalah satu-satunya tokoh filsafat yang terkenal pada masa ini.
Pada masa Helinitis, muncul tokoh – tokoh pengetahuan Yunani yaitu :
a.       Euclid (300SM)
Menurutnya ilmu adalah deduksi. Ia juga menerbitkan buku Geometri Euclid.
b.      Archimedes (287SM – 212SM)
Archimedes adalah penemu rumus luas dan volume bola, silinder, dan bentuk geometri yang lain. Ia juga menemukan bilangan pi.
c.       Apollonius (260SM – 200SM)
Ia terkenal dengan irisan kerucutnya.
d.      Ptolemy  (270-247 SM)
Ptolemy adalah seorang ahlu astronmi, geometri, matematika maupun fisika.
e.       Aristarchus (310-230 SM)
Ia adalah orang pertama yang menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya disamping mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya.

B.  ZAMAN ABAD PERTENGAHAN (815SM – 600SM)
Masa ini adalah awal mula munculnya agama Kristen. Semboyan yang berlaku bagi ilmu pada masa ini adalah ancilla theologia atau abdi agama. Namun demikian harus diakui bahwa banyak juga temuan dalam bidang ilmu yang terjadi pada masa ini.
Pada zaman ini kebesaran kerajaan Romawi runtuh, begitu pula dengan peradaban yang didasakan oleh logika ditutup oleh gereja dan digantikan dengan logika keagamaan. Agama Kristen menjadi problema kefilsafatan karena mengajarkan bahwa wahyu Tuhanlah yang merupakan kebenaran yang sejati. Hal ini berbeda dengan pandangan Yunani Kuno yang mengatakan bahwa kebenaran dapat dicapai oleh kemampuan akal. Mereka belum mengenal adanya wahyu. Pada zaman itu, akademia Plato di Athena ditutup, meskipun ajaran-ajaran Aristoteles tetap dapat dikenal. Para filosof nyaris begitu saja menyatakan bahwa Agama Kristen adalah benar.
Pembagian pada zaman pertengahan yaitu:
1.      Zaman Kegelapan  atau The Dark Age
Pada waktu itu agama Kristen berkembang di Eropa. Kekuasaan gereja begitu dominan dan sangat menentukan kehidupan di Eropa. Semua kehidupan harus diatur dengan doktrin gereja atau hukum dan ketentuan Tuhan. Gereja tidak memberikan kebebasan berpikir. Hal ini telah menyebabkan kemunduran bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Salah satu tokohnya adalah Thomas Aquinas (1225-1274) yang menyampaikan bahwa ilmu pengetahuan adalah hamba sahaya dari theology. Lalu menyatakan tentang hubungan iman dan akal yang menghasilkan budi dipelopori oleh ajaran kristiani.
2.      Zaman Renaissance
Renaissance ialah zaman peralihan dari kebudayaan Abad Pertengahan menjadi kebudayaan modern. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan Ilahi (pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama). Ilmu pengetahuan yang berkembang adalah bidang astronomi. Tokoh-tokoh yang terkenal seperti Da Vinci, Copernicus, Johannes Keppler, Galileo Galilei, Roger Bacon.
Ciri utama zaman ini adalah semakin berkurangnya kekuasaan gereja: era kelahiran kembali kebebasan manusia dalam berfikir, melepaskan diri dari otoritas kekuasaan gereja yang mengungkung; teori geosentrisme dari Ptolomeus yang didukung oleh gereja dipatahkan dengan teori heliosentrisme (Copernicus); semakin bertambahnya kekuasaan ilmu pengetahuan.

C. ZAMAN MODERN
Zaman modern ditandai dengan berbagai penentuan dalam bidang ilmiah. Objek fikir pada zaman ini adalah manusia. Paham atau aliran yang muncul pada zaman ini diantaranya :
1.         Empiricism
Empirisme berpendapat pengalaman atau empirik, baik batiniah maupun lahiriah adalah sumber pengetahuan. Akal bukan sumber pengetahuan karena hanya mengolah bahan-bahan yang diperoleh pengalaman. Tokoh-tokohnya :
a.    Francis Bacon (1561-1626)
Ia menyatakan ilmu itu jika terbebas dari idol (pendapatnya).
b.   Thomas Hobbes
Ia adalah pendiri filsafat modern bersama Descartes. Ia menuntut pembenaran melalui fakta empirik.
c.    John Locke (1632-1704)
Ia meyakini bahwa kemampuan nalar manusia dengan tidak mengabaikan pentingnya pengalaman. Menurutnya pengetahuan adalah hasil olahan ide-ide di alam pikiran manusia.
d.   Isaac Newton
Ia terkenal dengan teori gravitasinya. Menurutnya tujuan pengembangan ilmu adalah menemukan hakekat alam sehingga menerangkan kejadian alam yang diamati.
e.    George Barkely
Menurutnya ilmu adalah tipuan belaka.
f.    David Hume
Menurutnya ilmu adalah totalitas dari pengalaman dan ide yaitu yang berasal dari hasil kegiatan empirik (pengalaman)
2.         Rationalism
Rasionalisme berpendapat akal atau rasio adalah sumber pengetahuan paling memadai dan dapat dipercaya memenuhi syarat umum dan mutlak yang dituntut oleh pengetahuan ilmiah. Akal tidak membutuhkan pengalaman karena pengalaman hanya dapat dipakai untuk menguatkan pengetahuan yang didapat melalui akal. Tokoh-tokohnya :
a.       Rene Descartes (1596-1650)
Menurutnya ilmu identik dengan keraguan dan untuk menuntut kepastian akan kebenarannya adalah melalui analisa matematis. Dia adalah pencetus fisika mekanik yang menerangkan kejadian alam secara mekanik. Dia adalah bapak filsafat modern, yang juga ahli dalam ilmu pasti. Dia jugalah yang berhasil menemukan system koordinat yang terdiri atas dua garis lurus x dan y dalam bidang datar.
b.      Benedict Spinoza (1632-1677)
Ia setuju dengan metode deduksi rasional dari Descartes dalam pembenaran pengetahuan. Menurutnya Tuhan adalah realita yang tak keberhinggaan dan berdiri sendiri sedang manusia adalah yang keberhinggaan yang keberadaannya ditentukan oleh Tuhan.
c.       Nicholas de Malebranche
d.      Balise Pascal
e.       Gottfried W. Von Leibnitz
3.         The Enlightenment (Zaman Pencerahan)
Pada zaman ini, kekuasaan raja yang absolut dapat dihapuskan dan digantikan dengan pemerintahan yang demokratis. Tokoh – tokohnya antara lain :
a.       Baron de Montesquieu yang terkenal dengan “Trias Politica” nya.
b.      Jean Jacques Rousseau
c.       Voltaire
4.         Kantian Critism
Tokohnya adalah Immanuel Kant. Menurutnya ilmu adalah keputusan.
5.         Idealism
Tokoh – tokohnya antara lain :
a.    Johann Fichte
Menurutnya ilmu adalah diriku yang otonom atau idealisme.
b.   George Hegel
Menurutnya ilmu adalah sejarah.
c.    Friedrich W. Von Schelling
d.   Gustav Thendor Fechner
e.    Rudolph Herman Lotze
f.    Arthur Schopenhouer
g.   Friedrich Schleiermacher
h.   Johann Herbart
6.         Positivism
Pemikiran setiap manusia, setiap ilmu dan suku bangsa manusia pada umumnya melewati 3 tahap yaitu :
a. Tahap Teologis
b.Tahap Metafisis
c. Tahap positif ilmiah
Tokoh – tokohnya antara lain :
a. Prancis : August Comte
b.Jerman : Ludwig Fauerbach, Karl Marx, Friedrich Engels
7.         Existentialism
Filsafat yang memandang segala sesuatu dengan berpangkal kepada eksistensi. Eksistensi adalah cara manusia berada dalam di dalam dunia. Tokohnya antara lain Soren Kierkegaard, Karl Barth, martin Heidegger dan Karl Jaspers.
8.         Phenomenology
Fenomenologi mengenalkan gejala-gejala dengan menggunakan intuisi. Fenomenologi merupakan aliran yang membicarakan fenomena atau gejala sesuatu yang menampakkan diri. Tokoh fenomenologi yang terkenal adalah Edmund Husserl.
9.         Pragmatism
Pragmatism adalah aliran yang mengajarkan bahwa yang benar ialah apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat. Akibatnya yang bermanfaat secara praktis. Tokohnya aadalah W. James dan J. Dewey.
10.     Psychoanalysis
Tokohnya yang terkenal adalah Sigmund Freud (1856M – 1930M).
11.     Intuitionism
Tokohnya adalah Henry Bergson (1859M – 1941M).
12.     Neo – Positivism
Tokohnya adalah Moritz Schlick, Ernst Mach, Rudolf Carnap, John Wisdom, Willard Van Orman Quine dan Ludwig Wittgenstein. Menurut Ludwig Wittgenstein ilmu adalah bahasa.
13.     Evolutionism
Tokohnya yang terkenal adalah Charles Darwin. Menurutnya ilmu adalah perkembangan.
14.     Utilitarianism
Salah satu tokohnya adalah John Stuart Mill yang menyatakan bahwa ilmu adalah manfaat.
15.     German Psycologism
Tokohnya adalah Wilhelm Wundt.
16.     Philosophical Hermeneutics
Tokohnya adalah Hans Georg Badamer.
17.     Cultural Theory : Structuralism, Postmodernism, dan Deconstructionism.
18.     The Revival of Classical Realism
19.     Objectivism
20.     Critical Rationalism
21.     Neo – Realism
22.     Neo – Pragmatism
23.     The Frankfurt School

D. ZAMAN KONTEMPORER (ARAD KE-20 DAN SETERUSNYA)
Zaman Kantemporer ini ditandai dengan penemuan berbagai teknologi canggih. Teknologi komunikasi dan informasi termasuk salah satu yang mengalami kemajuan sangat pesat. Mulai dari penemuan komputer, berbagai satelit komunikasi, internet, dan sebagainya. Ilmuwan kantemporer mengetahui hal yang sedikit, tetapi secara rnendalam. Ilmu kedokteran semakin menajam dalam spesialis dan subspesialis atau super-spesialis, demikian pula bidang ilmu lain. Di samping kecenderungan ke arah spesialisasi, kecenderungan lain adalah sintesis antara bidang ilmu satu dengan lainya, sehingga dihadirkannya bidang ilmu baru seperti bioteknologi yang dewasa ini dikenal dengan teknologi kloning.
Pertanyaan:
Sebenarnya, Zaman Renaissance termasuk pada Zaman Abad Pertengahan atau sudah masuk pada Zaman Modern? (Beberapa sumber menyebutkan Zaman Renaissance termasuk pada Zaman Abad Pertengahan, sumber yang lain menyebutkan Zaman Renaissance termasuk pada Zaman Modern).

REFERENSI
http://ninaagustyaningrum.blogspot.com/2009/05/sejarah-pemikiran-para-filsuf.html