Budimansani (12709251054)
Endang Wahyuningsih (12709251050)
1.
Menurut Anda, siapakah orang yang paling
berbahaya? Mengapa?
Jawab: Yang paling berbahaya adalah diri kita sendiri, ketika kita terjebak dalam mitos kita sendiri dan tak
pernah menyadarinya.
Tanggapan:
Saya sependapat dengan jawaban
tersebut. Orang yang paling berbahaya
adalah diriku yang terjebak oleh mitos sendiri.
2.
Menurut Anda, siapakah orang yang paling
pandai? Mengapa?
Jawab:
yang paling pandai adalah diri kita sendiri ketika kita mampu menggunakan
pikiran yang merupakan anugrah terindah dalam diri kita untuk senantiasa
berfikir dan berfikir tentang setiap langkah kehidupan dan ketika
pemikiran-pemikiran itu terlahir untuk kemaslahatan orang banyak
Tanggapan:
Saya kurang sependapat dengan
jawaban tersebut. Menurut saya, orang yang paling pandai adalah bukan diriku.
Ketika aku merasa mampu menguasai suatu ilmu maka aku belum tentu mempunyai
ilmu yang lain. Di atas puncak gunung masih ada puncak gunung yang lebih tinggi
lagi.
3.
Menurut Anda, siapakah orang yang paling
bodoh? Mengapa?
Jawab:
Yang paling bodoh adalah diri kita sendiri ketika kita
tak mempu mengoptimalkan apa yang kita punya, ketika kita tak mampu
memanfaatkan peluang yang ada, ketika kita tahu bahwa sesuatu itu indah tapi
tak pernah untuk meraihnya.
Tanggapan:
Menurut saya, orang yang paling
bodoh adalah orang yang sudah merasa jelas dan pandai sehingga tidak mau
berusaha untuk meningkatkan ilmunya lagi. Sedangkan orang yang tak mampu mengoptimalkan apa yang dia punya, ketika dia tak mampu memanfaatkan peluang yang ada, ketika dia tahu bahwa sesuatu itu indah tapi tak pernah untuk
meraihnya itu adalah orang yang paling merugi.
4.
Menurut Anda, siapakah orang yang paling
lemah? Mengapa?
Jawab: Yang paling lemah itu adalah kita, ketika hidup sudah
dianggap tak berguna lagi, ketika merasa puas akan pencapaian sementara dan tak
pernah berusaha lagi untuk mencapai yang lebih baik, dan ketika sombong sudah
ada dalam hati yang suci, karena sombong sudah menunjukkan bahwa iman seseorang
itu adalah lemah.
Tanggapan:
Orang yang paling lemah adalah
orang yang tidak bisa menahan amarah dan tidak bisa memaafkan orang lain yang
telah menyakiti hatinya. Dia lemah karena dia tidak bisa mengendalikan diri
sendiri. Jika dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri maka mustahil dia
bisa mengendalikan orang lain. Oleh karena itu,
orang yang tidak bisa menahan amarah dan tidak bisa memaafkan orang lain
itu adalah orang yang paling lemah.
5.
Bagi sebagian besar siswa, Matematika
adalah pelajaran yang sulit. Bagi Anda sendiri (calon pendidik yang telah lama
berkecimpung dengan Matematika), apakah Matematika juga termasuk pelajaran yang
sulit? Jika Anda menjadi guru, cara apakah yang Anda gunakan untuk mengatasi
masalah tersebut?
Jawab: Kita mengatakan matematika adalah sulit ketika kita tak
mengerti akan makna dan fungsinya, kita mengatakan matematika sulit ketika
dalam diri kita tak mempunyai jiwa tantangan,
hal yang terbaik yang bisa untuk dilakukan adalah tanamkan dalam setiap
benak siswa bahwa matematika adalah cara hidup, yang kemudian setiap pembelajaran
di dukung oleh bukti-bukti empiris bahwa matematika itu bermanfaat dalam
menyikapi hidup.
Tanggapan:
Menanamkan dalam setiap benak siswa bahwa matematika adalah
cara hidup manusia sehingga matematika sangat bermanfaat dalam hidup kita, memang hal itu adalah cara bagus untuk
memberikan motivasi bagi siswa dalam mempelajari matematika.
Tetapi pada kenyataannya, terkadang guru merasa sulit untuk memberikan
motivasi kepada siswa-siswanya. Hal tersebut justru akan menambah keyakinan
siswa bahwa matematika memang pelajaran yang sulit.
6.
Dalam pendidikan ada “penilaian”.
Menilai berarti mereduksi sifat-sifat siswa yang lainnya. Setujukan Anda dengan
penilaian tersebut? Jika Anda setuju, penilaian yang seperti apa yang baik
diterapkan dalam pendidikan?
Jawab: Pada hakekatnya penilaian adalah bukan suatu yang di ukur
dari sebongkah angka yang hanya mengukur beberapa sisi dari setiap aspek siswa.
Penilaian adalah bagaiamana kita menyikapi setiap usaha yang dilakukan oleh
siswa dalam mencapai suatu pengetahuan dalam bidang tertentu.
Tanggapan:
Pada dasarnya saya setuju dengan
jawaban tersebut. Penilaian yang baik adalah penilaian yang memperhatikan
setiap proses belajar siswa. Bukan hanya pada akhirnya saja.
7.
Intuisi itu bersifat ganda, artinya jika
kita memikirkan hal yang satu maka secara otomatis kita juga akan
memikirkan hal yang lain. Bagaimana jika
ketika Anda sedang mengajar Matematika, ternyata siswa justru memikirkan yang
lainnya (misalnya memikirkan tugas pelajaran lain). Apa yang Anda lakukan
ketika menghadapi kenyataan ini?
Jawab: Aku tidak bisa
menterjemahkan pikiran-pikiran siswa ketika aku sedang mengajar di dalam kelas. Yang bisa dilakukan adalah melihat respon dari setiap stimulus yang
diberikan. Hal terbaik yang dilakukan adalah mengupayakan setiap
pembelajaran memberikan stimulus-stimulus yang sekiranya memunculkan respon
terhadap suasana, pelajaran atau lingkungan saat itu, kemudian barulah kita
bisa menentukan langkah apa yang kita ambil untuk menyikapi dan menyelesaikan
masalah itu.
Tanggapan:
Saya setuju dengan jawaban
tersebut.
8.
Pernahkah Anda merasa sangat menyesal?
Menurut Anda, kenapa manusia merasa menyesal? Mengapa kebanyakan manusia menyesali
perbuatannya tetapi pada akhirnya mengulangi lagi?
Jawab: Menyesal adalah perkara wajib yang pernah
ada pada setiap manusia. Menyesal adalah ketika kita menyadari bahwa apa yang pernah kita lakukan
telah menyimpang dari jalan yang seharusnya, dan penyesalan itu adalah suatu
langkah untuk merefleksikan setiap apa yang pernah kita lakukan, dan ketika
perbuatan itu terulang lagi itu menunjukkan bahwa kita adalah manusia yang tak pernah
lepas dari lupa dan dosa. Hal terbaik yang perlu kita lakukan adalah selalu berusaha
dan berusaha untuk senantiasa konsisten terhadap keputusan-keputusan yang kita
ambil berdasarkan dari pengalaman hidup yang pernah kita sesalkan.
Tanggapan:
Menurut saya, menyesal bukanlah “perkara wajib
yang pernah ada pada setiap manusia”. Saya lebih setuju menyebutnya sebagai “perkara
yang manusiawi” tetapi bukan hal yang “wajib”.
Untuk jawaban selanjutnya, saya setuju.
9.
Setiap manusia pasti pernah merasa tidak
mampu. Bagaimana Anda menghadapi ketidakmampuan itu? Mengapa?
Jawab: Tidak mampu adalah bukan perkara keterbatasan, tetapi
terkait dengan kemauan yang ada dalam diri kita. Ketika ada kemauan pasti ada
jalan, karena setiap ada kemauan disitulah ada usaha-usaha yang tercipta untuk
melampaui ketidakmapuan itu.
Tanggapan:
Ada kalanya ketidakmampuan juga
disebabkan karena keterbatasan seseorang (hal yang diluar kemampuannya). Pada
saat kita sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi masih saja kita tidak mampu
mencapai apa yang kita harapkan. Pada saat itu juga, lebih baik kita
menyerahkan urusan tersebut kepada Allah dan berdoa agar diberi jalan keluar
dari permasalahan yang kita hadapi.
10. Pernahkah
Anda merasa sangat tertekan? Menurut Anda, mengapa manusia merasa tertekan?
Tindakan apa yang Anda lakukan untuk mengatasi perasaan tersebut?
Jawab : Tertekan itu ketika kita berada bukan dalam situasi
normal.
Yang mesti dilakukan adalah
mencari celah dan mencari setiap peluang untuk terbebas dari ruang itu karena
setiap ada kesulitan terselip suatu kemudahan.
Tanggapan:
Saya setuju dengan jawaban
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar