Selasa, 13 November 2012

RETORIKA KEBINGUNGAN FILSAFAT


Budimansani (12709251054)
Endang Wahyuningsih (12709251050)

1.         Menurut Anda, siapakah orang yang paling berbahaya? Mengapa?
Jawab: Yang paling berbahaya adalah diri kita sendiri, ketika kita terjebak dalam mitos kita sendiri dan tak pernah menyadarinya.
Tanggapan:
Saya sependapat dengan jawaban tersebut.  Orang yang paling berbahaya adalah diriku yang terjebak oleh mitos sendiri.
2.         Menurut Anda, siapakah orang yang paling pandai? Mengapa?
Jawab: yang paling pandai adalah diri kita sendiri ketika kita mampu menggunakan pikiran yang merupakan anugrah terindah dalam diri kita untuk senantiasa berfikir dan berfikir tentang setiap langkah kehidupan dan ketika pemikiran-pemikiran itu terlahir untuk kemaslahatan orang banyak
Tanggapan:
Saya kurang sependapat dengan jawaban tersebut. Menurut saya, orang yang paling pandai adalah bukan diriku. Ketika aku merasa mampu menguasai suatu ilmu maka aku belum tentu mempunyai ilmu yang lain. Di atas puncak gunung masih ada puncak gunung yang lebih tinggi lagi.
3.         Menurut Anda, siapakah orang yang paling bodoh? Mengapa?
Jawab: Yang paling bodoh adalah diri kita sendiri ketika kita tak mempu mengoptimalkan apa yang kita punya, ketika kita tak mampu memanfaatkan peluang yang ada, ketika kita tahu bahwa sesuatu itu indah tapi tak pernah untuk meraihnya.
Tanggapan:
Menurut saya, orang yang paling bodoh adalah orang yang sudah merasa jelas dan pandai sehingga tidak mau berusaha untuk meningkatkan ilmunya lagi. Sedangkan orang yang tak mampu mengoptimalkan apa yang dia punya, ketika dia tak mampu memanfaatkan peluang yang ada, ketika dia tahu bahwa sesuatu itu indah tapi tak pernah untuk meraihnya itu adalah orang yang paling merugi.

4.         Menurut Anda, siapakah orang yang paling lemah? Mengapa?
Jawab: Yang paling lemah itu adalah kita, ketika hidup sudah dianggap tak berguna lagi, ketika merasa puas akan pencapaian sementara dan tak pernah berusaha lagi untuk mencapai yang lebih baik, dan ketika sombong sudah ada dalam hati yang suci, karena sombong sudah menunjukkan bahwa iman seseorang itu adalah lemah.
Tanggapan:
Orang yang paling lemah adalah orang yang tidak bisa menahan amarah dan tidak bisa memaafkan orang lain yang telah menyakiti hatinya. Dia lemah karena dia tidak bisa mengendalikan diri sendiri. Jika dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri maka mustahil dia bisa mengendalikan orang lain. Oleh karena itu,  orang yang tidak bisa menahan amarah dan tidak bisa memaafkan orang lain itu adalah orang yang paling lemah.
5.         Bagi sebagian besar siswa, Matematika adalah pelajaran yang sulit. Bagi Anda sendiri (calon pendidik yang telah lama berkecimpung dengan Matematika), apakah Matematika juga termasuk pelajaran yang sulit? Jika Anda menjadi guru, cara apakah yang Anda gunakan untuk mengatasi masalah tersebut?
Jawab: Kita mengatakan matematika adalah sulit ketika kita tak mengerti akan makna dan fungsinya, kita mengatakan matematika sulit ketika dalam diri kita tak mempunyai jiwa tantangan,  hal yang terbaik yang bisa untuk dilakukan adalah tanamkan dalam setiap benak siswa bahwa matematika adalah cara hidup, yang kemudian setiap pembelajaran di dukung oleh bukti-bukti empiris bahwa matematika itu bermanfaat dalam menyikapi hidup.
Tanggapan:
Menanamkan dalam setiap benak siswa bahwa matematika adalah cara hidup manusia sehingga matematika  sangat bermanfaat dalam hidup kita,  memang hal itu adalah cara bagus untuk memberikan motivasi bagi siswa dalam mempelajari matematika.
Tetapi pada kenyataannya,  terkadang guru merasa sulit untuk memberikan motivasi kepada siswa-siswanya. Hal tersebut justru akan menambah keyakinan siswa bahwa matematika memang pelajaran yang sulit.


6.         Dalam pendidikan ada “penilaian”. Menilai berarti mereduksi sifat-sifat siswa yang lainnya. Setujukan Anda dengan penilaian tersebut? Jika Anda setuju, penilaian yang seperti apa yang baik diterapkan dalam pendidikan?
Jawab: Pada hakekatnya penilaian adalah bukan suatu yang di ukur dari sebongkah angka yang hanya mengukur beberapa sisi dari setiap aspek siswa. Penilaian adalah bagaiamana kita menyikapi setiap usaha yang dilakukan oleh siswa dalam mencapai suatu pengetahuan dalam bidang tertentu.
Tanggapan:
Pada dasarnya saya setuju dengan jawaban tersebut. Penilaian yang baik adalah penilaian yang memperhatikan setiap proses belajar siswa. Bukan hanya pada akhirnya saja.
7.         Intuisi itu bersifat ganda, artinya jika kita memikirkan hal yang satu maka secara otomatis kita juga akan memikirkan  hal yang lain. Bagaimana jika ketika Anda sedang mengajar Matematika, ternyata siswa justru memikirkan yang lainnya (misalnya memikirkan tugas pelajaran lain). Apa yang Anda lakukan ketika menghadapi kenyataan ini?
Jawab: Aku tidak  bisa menterjemahkan pikiran-pikiran siswa ketika aku sedang mengajar di dalam kelas. Yang bisa dilakukan adalah melihat respon dari setiap stimulus yang diberikan. Hal terbaik yang dilakukan adalah mengupayakan setiap pembelajaran memberikan stimulus-stimulus yang sekiranya memunculkan respon terhadap suasana, pelajaran atau lingkungan saat itu, kemudian barulah kita bisa menentukan langkah apa yang kita ambil untuk menyikapi dan menyelesaikan masalah itu.
Tanggapan:
Saya setuju dengan jawaban tersebut.
8.         Pernahkah Anda merasa sangat menyesal? Menurut Anda, kenapa manusia merasa menyesal? Mengapa kebanyakan manusia menyesali perbuatannya tetapi pada akhirnya mengulangi lagi?
Jawab: Menyesal adalah perkara wajib yang pernah ada pada  setiap manusia. Menyesal adalah ketika kita menyadari bahwa apa yang pernah kita lakukan telah menyimpang dari jalan yang seharusnya, dan penyesalan itu adalah suatu langkah untuk merefleksikan setiap apa yang pernah kita lakukan, dan ketika perbuatan itu terulang lagi itu menunjukkan bahwa kita adalah manusia yang tak pernah lepas dari lupa dan dosa. Hal terbaik yang perlu kita lakukan adalah selalu berusaha dan berusaha untuk senantiasa konsisten terhadap keputusan-keputusan yang kita ambil berdasarkan dari pengalaman hidup yang pernah kita sesalkan.
Tanggapan:
Menurut saya, menyesal bukanlah “perkara wajib yang pernah ada pada  setiap manusia”.  Saya lebih setuju menyebutnya sebagai “perkara yang manusiawi” tetapi bukan hal yang “wajib”.  Untuk jawaban selanjutnya, saya setuju.
9.         Setiap manusia pasti pernah merasa tidak mampu. Bagaimana Anda menghadapi ketidakmampuan itu? Mengapa?
Jawab: Tidak mampu adalah bukan perkara keterbatasan, tetapi terkait dengan kemauan yang ada dalam diri kita. Ketika ada kemauan pasti ada jalan, karena setiap ada kemauan disitulah ada usaha-usaha yang tercipta untuk melampaui ketidakmapuan itu.
Tanggapan:
Ada kalanya ketidakmampuan juga disebabkan karena keterbatasan seseorang (hal yang diluar kemampuannya). Pada saat kita sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi masih saja kita tidak mampu mencapai apa yang kita harapkan. Pada saat itu juga, lebih baik kita menyerahkan urusan tersebut kepada Allah dan berdoa agar diberi jalan keluar dari permasalahan yang kita hadapi.
10.     Pernahkah Anda merasa sangat tertekan? Menurut Anda, mengapa manusia merasa tertekan? Tindakan apa yang Anda lakukan untuk mengatasi perasaan tersebut? 
Jawab : Tertekan itu ketika kita berada bukan dalam situasi normal. Yang mesti dilakukan adalah mencari celah dan mencari setiap peluang untuk terbebas dari ruang itu karena setiap ada kesulitan terselip suatu kemudahan.
Tanggapan:
Saya setuju dengan jawaban tersebut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar